Sebenar nya sich udah pada banyak yang tau....
tapi kan masi ada yang belum tau sejarah nya kota tua......

Fatahilah membangun kota Jayakarta di atas lahan bekas Sunda Kelapa Tahun 1527. Kota tersebut luasnya tidak lebih dari 15 hektar dengan pola tata kota tradisional Indonesia. Kota Jayakarta hancur diserang VOC Belanda pada tahun 1619 yang dipimpin oleh Jan Pieterzoon Coen.
Pada tahun 1620 di atas reruntuhan kota Jayakarta, Belanda membangun kota baru yang diberi nama Batavia sebagai penghormatan terhdapa kaum Batavieren suku bangsa Eropa yang menjadi nenek moyang orang-orang Belanda. Kota baru tersebut terletak di sebelah timur Sungai Ciliwung yang pusat kotanya kini masih terlihat di sekitar Taman Fatahilah sekarang. Orang-orang pribumi Batavia dijuluki Batavianen (orang Batavia) yang kemudian diucapkan menjadi orang betawi.
Kota Batavia pada tahun 1635 diperluas ke sebelah barat Sungai Ciliwung di atas bekas kota Jayakarta yang hancur. Kota ini dirancang lengkap dengan sistem pertahanannya berupa tembok dan parit di sekeliling kota. Tata ruang kota dibagi ke dalam blok-blok yang dipisahkan oleh kanal. Pembangunan kota Batavia selesai pada tahun 1650. Setelah pendudukan Jepang pada 1942, nama Batavia diganti menjadi Jakarta.
Berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 34 / 2006 Kawasan Kotatua memiliki luas + 846 Ha teletak di Kotamadya Jakarta Utara dan Kotamadya Jakarta Barat. Wilayah tersebut meliputi paling utara Luar Batang dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Paling Selatan Jalan Gajahmada pada titik lokasi bangunan Candrayana, sedangkan paling barat dan timur dibatasi dengan sungai.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar